December 2003 Archives

Ke Surga dengan Java

| 1 Comment | No TrackBacks

Warkop DKI, yang dulu dimotori oleh Dono, Kasino, dan Indro, pernah mengeluh di Kompas Minggu bahwa melemparkan lawakan yang menyinggung profesi tertentu dapat beresiko di Indonesia. Jangankan profesi yang punya backing kuat, persatuan Satpam saja bisa protes apabila profesi mereka “diolok-olok” di panggung. Alhasil Warkop DKI selalu mengenakan seragam dinas dari tempat antah berantah apabila hendak menampilkan profesi tertentu secara karikatural.

Mendiang E.W. Dijkstra, salah seorang pakar TI Belanda, dengan ekspresif berujar, Pemakaian COBOL merusak pikiran; oleh karena itu pengajaran bahasa tersebut sepatutnya dianggap sebagai tindakan kriminal. Tidak tanggung, Dijkstra menggunakan kata cripple untuk istilah merusak yang menurut kamus Oxford Advanced Learner’s diberi keterangan “bersifat ofensif”.

Nasib COBOL memang menjadi bulan-bulanan olok-olok di lingkungan TI. Chalapati, demikian salah satu penulis humor eksentrik di sebuah mailing-list, sekali waktu bercerita tentang seorang kakek. Orang paruh baya ini menghampiri seorang anak muda dan menyatakan keinginannya belajar bahasa pemrograman Java. Kita tahu, Java adalah produk papan atas akhir abad lalu, sehingga pernyataan kakek tadi sedikit mengejutkan anak muda tersebut.
Anak muda: Untuk apa kakek belajar Java? Usia kakek juga sudah lanjut.
Kakek: Saya dengar di sorga nanti penghuninya menggunakan Java, jadi saya perlu persiapan.
Anak muda: Iya kalau kakek masuk surga, bagaimana seandainya pergi ke neraka?
Kakek: Kan saya sudah menguasai COBOL.

Ik Kom Uit Indonesië

| No TrackBacks

Menceritakan hal-hal tentang Indonesia dari Belanda sebenarnya bukan sesuatu yang baru dan bukan pula hal yang aneh. Kecuali mereka yang tidak mau membaca sejarah, semua tahu periode kolonial Negeri Keju di Bumi Pertiwi sepanjang 3,5 abad. Namun demikian cerita-cerita di perjalanan, bertemu dengan orang biasa yang baru dikenal, dan kemudian membicarakan negeri kita dan dikaitkan dengan sejarah di masa lalu, tetaplah “mengejutkan”. Berbeda misalnya dengan penyebutan negeri kita pada forum resmi di pemerintahan atau hubungan bilateral organisasi. Barangkali faktor unsur sentuhan pribadi penyampainya yang menjadikan cerita seperti itu tetap menarik.

Hal itu yang pertama kali saya rasakan tatkala mendatangi kota Gouda. Karena ingin mengetahui alternatif jalan ke tempat tujuan, saya bertanya kepada seseorang setengah baya yang sedang berpayung. Mendengar pertanyaan saya dalam Bahasa Inggris, setelah kami berjalan beberapa puluh meter, dia ganti bertanya, “Anda berasal dari mana?” Setelah saya jawab dari Indonesia, dia langsung menimpali bahwa dia pernah tinggal di Malang pada tahun 1950-an. Tentu saja saya lengkapi bahwa tempat lahir saya, Jember, berjarak sekitar 200 km dari kota tersebut. Karena peristiwa ini pertama saya temui, tentu sangat mengesankan bahwa memang persinggungan sejarah tanah air saya dan negara ini akan banyak saya jumpai.

Hadiah Tuhan

| No TrackBacks

Jika anak-anak kita, bangsa Indonesia, menjadi cemerlang, siapa sebenarnya yang berhak mengenyam hasil dari kecemerlangan itu? Anak-anak itu sendiri, para orang tua mereka, atau masyarakat?

Saya mulai dari Sherina Munaf yang memang dibesarkan di lingkungan musisi sehingga dari kecil, konon, telinganya sudah disetel hanya mendengar musik klasik dan jazz. Energinya yang luar biasa disalurkan di antara vokalnya yang jernih dan bermain piano. Di tempat lain, seperti diketahui banyak orang, dan sebagian orang tua juga menjadi “iri”, melihat Joshua Suherman begitu keletihan menghabiskan usia anak-anaknya dengan jadwal acara yang sangat padat. Sekarang muncul Abdurahman Faiz, yang tumbuh di lingkungan penulis sehingga pada usia dini buah penanya sudah mengantar ke tingkat nasional. Daftar tersebut menjadi sangat panjang jika kita mau lebih teliti lagi, dan karena mereka masih berada pada usia kanak-kanak boleh jadi akan muncul persinggungan antara keinginan mereka sendiri dan orang tua yang mengasuhnya.

Tutorial Dihapus

| No TrackBacks

Kategori Tutorial yang dianggap terlalu umum dan harusnya dapat dikelompokkan lebih spesifik lagi, dihapus. Sebagai gantinya, disediakan tempat tersendiri, or die(); yang lebih jelas pengelompokan materi di dalamnya. Materi yang masuk di dalam kategori Tutorial dipindah ke tempat baru.

Sekaligus supaya saya lebih terpacu lagi menuliskan hal-hal teknis yang dijumpai di depan komputer.

Google Friend Connect

About this Archive

This page is an archive of entries from December 2003 listed from newest to oldest.

November 2003 is the previous archive.

January 2004 is the next archive.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Pages

  • About
  • Contact
OpenID accepted here Learn more about OpenID
Powered by Movable Type 4.261